Sindangbarang Cultural Village, Bogor - West java

Bogor, kota hujan. Kesan pertama begitu masuk ke Kota Bogor (ini kali kedua wisata ke Bogor) adalah tentang jalannya. Jalanan-nya sempit-sempit dan penuh oleh angkot (yaa ga jauh beda sama Kota Bandung lah yaa). Kali ini misi utamanya adalah mengunjungi Kampung Budaya Sindangbarang. Yaaaay~ ^^

Sebelum mengunjungi Kampung Budaya Sindangbarang, saya berekspektasi bahwa kampung ini tidak akan jauh berbeda dengan Kampung Naga atau Kampung Baduy yang masuk ke pelosok dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Tapi ternyata letak Kampung Budaya Sindangbarang tidak terlalu jauh dengan Pusat Kota Bogor malah bisa dicapai dengan menaiki angkutan kota (angkot). Tapi karena kita berangkat dari Bandung bersama rombongan (yang isinya hanya 8 orang) jadi kita pulang-pergi dengan menggunakan elf khusus dari Sindangbarang yang jauh-jauh jemput dan antar kita sampai tujuan dengan selamat :) Terima kasih Abah~

"Si Hijau" dari Kampung Budaya Sindangbarang
Meeting Point sekitar pukul 06.00 di Summer Hills daerah Geger Kalong (supaya dekat dengan pintu toll pasteur) dan baru pukul 06.30 kita pergi menuju Bogor via toll cipularang. Sekitar jam 9 pagi kita sudah masuk di toll Cibubur, jalanan memang sedikit lengang tidak begitu padat khususnya ke arah Jakarta dan Bogor (orang-orang lagi pada ke Bandung sepertinya, mengingat hari Sabtu tanggal 25 merah, long weekend). Pukul 09.30 kita sudah keluar toll dan memasuki kawasan Ciapus. Dari Ciapus langsung menuju ke Kampung Budaya Sindangbarang yang lokasinya di Pasir Eurih. Memasuki Kampung Sindangbarang, acara inti sudah dimulai yaitu Adu Jaten Parebut Seeng.

Diambil dari bahasa Sunda yang artinya kira-kira artinya beradu kekuatan untuk memperebutkan 'seeng' (alat tradisional untuk memasak nasi). Bila seseorang berhasil merebut 'seeng' tadi maka dia akan mendapatkan gadis pujaan hatinya #tsaahh. Acara Adu Jaten Parebut Seeng ini biasanya diiringi oleh alat musik tradisional Sunda yaitu tarompet dan kendang. Di Kampung Sindangbarang ini juga terdapat beberapa instrumen lainnya seperti gamelan Sunda dan angklung yang biasanya digunakan pada acara hajatan seperti Seren Taun.


Bisa ke Kampung Budaya Sindangbarang gara-gara dapet invitation dari Kang Maki, hatur nuhun Kang Maki. :) Karena katanya yang mau dateng ke Sindangbarang harus reservasi dulu dan biasanya paling rame kalau lagi ada acara-acara tertentu.

Jadi Sindangbarang ini bukan kampung adat tapi Kampung Budaya yang lebih mengedepankan nilai-nilai seni dan budaya ketimbang adat dan tradisi. Nah, serunya emang kalo event trus 'photo hunting' di sini karena selain panorama-nya yang luas dan asri ditambah cuaca yang cerah.

with Kang Maki, 'Pupuhu' Kampung Budaya Sindangbarang
Di Kampung Sindangbarang ada beberapa bangunan yang dijadikan tempat penginapan. Menurut Abah ada 6 rumah yang dijadikan penginapan dan disewakan ditambah 4 rumah lainnya yang dijadikan 'office' dan 1 musholla. Selain bangunan rumah, ada juga bangunan unik lainnya yaitu 'leuit' (bahasa Sunda) yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai lumbung padi.

Selain bisa nonton acara seru dan foto-foto di Kampung Sindangbarang kita juga bisa coba permainan tradisional seperti egrang dan bakiak bareng sobat-sobat cilik Sindangbarang.

Bermain egrang bersama Teh Cika
 Tidak jauh dari Kampung Sindangbarang ada Sungai Ciapus yang airnya masih bening dan jernih, tapi sayang karena keterbatasan waktu kita skip. :(

Kampung Budaya Sindangbarang
Dari Kampung Sindangbarang, kita lanjut ke Highland Park Resort 'Mongolian Camp' :) yang tempatnya satu arah menuju ke Curug Nangka. Letaknya juga tidak begitu jauh dengan Pura Parahyangan Agung Jagatkarttya, Curug Nangka, dan Taman Kupu-kupu Cilember.

Terima Kasih Pak Made :)
Sayangnya begitu sampai di Highland Park Resort, cuaca sudah mulai mendung dan petir menyambar-nyambar. Jadi pulang dari sini kita disambut dengan hujan menggelegar. :(
Hujan-hujan dingin begini enaknya makan yang anget-anget doongs. Pulangnya kita mampir ke Surabi Enhaii cabang Bogor yang lokasinya di Jl. Agripark :) emangnya Surabi Enhaii cuma ada di Bandung~

Surabi Enhaii cabang Bogor Jl. Agripark
So, buat yang lagi jalan-jalan di sekitaran Bogor atau kamu orang Bandung tapi males macet-macetan di dalam kota, mending 'melarikan diri' ke Bogor. Jangan lupa mampir ke Kampung Budaya Sindangbarang dan cobain makanan-makanan khas Bogor juga tentunyaa~ :) #HappyTrip

NOTE:

  • Hati-hati nyasar kalau di Bogor karena angkutan kota-nya hanya ada dua 'warna' yaitu hijau dan biru. Untuk lebih lengkapnya tentang rute angkot menuju Sindangbarang, klik DISINI.
  • Kampung Budaya Sindangbarang menawarkan beragam paket wisata termasuk homestay, yang bisa dilihat melalui website-nya di www.kp-sindangbarang.com
  • Surabi Enhaii cabang Bogor ini rasanya sama enaknya dengan yang di Bandung, cuman suasananya yang beda. Karena di sini lebih adem, dirimbuni pepohonan plus romantis kalau lagi hujan rintik-rintik.
  • Foto-foto ini diambil dengan menggunakan kamera Fujifilm X-E1. Sedangkan video-nya diambil dengan menggunakan telepon genggam.

Bersama para 'pendekar' cilik











Notes:
  • Foto taken by Kang Ryan (Fujifilm X-e1)
Bonus video (taken from Fuji X-e1) which will explain how the contest start:


2 komentar:

  1. Tiket masuk untuk sekedar foto2 berapa ya?

    BalasHapus
  2. Tiket masuk untuk sekedar foto2 berapa ya?

    BalasHapus